Jumat, 22 November 2013

Jika Mencintai (Tak) Butuh Alasan

Kringgg... krinnnggg..!!! *anggaplah itu suara handphone berbunyi*
Budi terbangun dari tidurnya dan mengangkat telpon yang sedari 1 jam tadi berdering.
"Halo, kenapa yang?" sapa pertama Budi terhadap sang pacar, Ratih namanya.
"iya, Bud, gue mau kita sampai sini aja ya" kata Ratih menyampaikan maksudnya.
"sampai sini aja? maksud kamu apaan, aku gak ngerti." Budi bertanya untuk lebih jelas karna masih setengah sadar bangun dari tidurnya.
"yaa... masa lo gak ngerti, gue mau kita putus! udah ngerti kan sekarang!" Ratih menjelaskan lebih jelas lagi maksud dari tujuannya menelfon Budi.
"loh... kok, emang kena....." tutt...tutt...tutttuutt... Ratih menutup telponnya, "pa?" sambung kalimat Budi.
Kemudian Budi langusung berlari menuju kerumah Ratih dengan kaos kutang dan celana kolor (seragam tidur). Sesampainya dirumah Ratih,
*tok tok tok* Budi mengetuk pintu rumah Ratih.
Ratih membukakan pintu,
"Eh bud, elo..?" Ratih kaget, bukan karna Budi tiba-tiba datang, tapi karna Budi hanya memakai kaos kutang dan celana kolor kerumahnya.
"iya, aku mau tanya kenapa tiba-tiba gitu kamu mutusin aku?" Budi bertanya tanpa memperdulikan pakaiannya.
"yaa... kayanya kita udah nggak cocok aja Bud." jawab Ratih singkat.
"kalo ngomong tuh yang jelas dong kamu, gak cocok gimana?" Budi masih gak ngerti juga.
"oke, kamu duduk dulu deh mendingan" Ratih berbaik hati menyuruh Budi duduk.
"kita tuh udah nggak cocok, kamu berubah, kita berubah." lanjut Ratih menjelaskan.
"kamu yang biasanya pagi-pagi nganater aku ke pasar sekarang malah sibuk nonton bola sampai ketiduran. Biasanya nganter aku ke sekolah sekarang malah sering di kampus lebih awal. Biasanya jemput aku, sekarang malah sibuk sama kegiatan-kegiatan lain. Pokoknya kamu berubah bud..." Ratih menjelaskan secara mendetail sebab dari keputusannya itu.
"makannya aku mau mulai sekarang kita udahan, kita putus!" Ratih mempertegas lagi.
Kemudian Budi pingsan dan Ratih langsung masuk ke dalam rumah.
TAMAT!

Demikian cerpen (cerita pendek) dari gue tentang hubungan Budi dan Ratih. Gimana rasanya ketika lo bangun tidur dapet telpon dari pacar lo yang tiba-tiba minta putus? Kalo gue mungkin langsung kejang-kejang kali. Tapi ya namanya juga hidup ya, selalu memberikan kejutan. Selalu ada perubahan dalam hidup, dari baik ke buruk dari buruk ke baik atau dari baik makin baik dan dari buruk ke makin memburuk. Pokoknya intinya, berubah!

Sebelumnya gue minta maaf kalau cerita diatas ada kesamaan cerita, nama, latar tempat. Tapi sungguh, itu cerita gue ngarang sambil boker. Kebetulan aja gue udah lama nggak nge-post soal cinta-cintaan gitu, jadi gue tertantang lagi buat bikin cerita yang ada masalahnya sedikit.

Dari cerita diatas tadi si Ratih nggak bisa nerima perubahan pada diri Budi. Iya, pacaran itu emang 'seharusnya' bisa menerima kekurangan dan (bonus) kelebihan pacar. Tapi namanya juga manusia, kadang ada yang bisa nerima ada juga yang nggak. Sering kali, kita nggak sadar kalau kita nggak bisa nerima kenyataan.
Kadang kita suka nggak sadar kalau dari awal sebelum pacaran kita nggak cocok sama pacar tapi coba buat dicocok-cocokin, bukan dikocok-kocokin ya. Sampai akhirnya hidup yang menyadarkan kita, ya itu pun tetap secara nggak langsung dengan cara yang unik. Banyak lah ya contohnya, entah dengan kita capek karna harus ngertiin mulu, entah karna kita ditinggal gitu aja, atau diselingkuhin yang lebih pahitnya.
Buat gue, kita harus pintar untuk memandang kenyataan. Kita harus pintar melihat kelebihan kekurangan pacar kita sebelum akhirnya kita 'jalanin' hubungan dengan pacar. Kenapa begitu? ya... biar nggak kaya si Ratih tadi, dia nggak bisa nerima Budi yang kurang kinerjanya untuk antar-jemput Ratih kemana-mana. Padahal kan di cerita itu si Budi pacarnya, bukan tukang ojek.
Kita nggak harus mengerti arti cinta sesungguhnya, kita nggak musti paham cara mencintai seseorang, karna ketika cinta itu ada diantara dua orang maka dengan sendirinya mereka akan berjalan bersamaan.
Maaf kalau kiranya gue agak sotoy dengan tulisan gue ini.
Tapi kayanya memang nggak bisa di pungkiri lagi kalau kekuatan cinta itu bisa membuat yang gak mungkin jadi mungkin dan sebaliknya, ya katakanlah itu keajaiban. Pernah liat orang yang udah bertahun-tahun pacaran akhirnya putus, pernah juga dengar cerita orang yang udah nyusun rencana buat nikah akhirnya putus juga, bahkan ada yang udah tunangan tapi nggak jadi nikah. Terlepas dari alasan berakhirnya hubungan orang-orang itu, tadi sedikit contoh yang gue tau kalau cinta bisa merubah apapun. Cinta bisa merubah apapun, termasuk rencana serta mimpi-mimpi sepasang manusia yang sudah direncanakan untuk masa depan. Begitu kejam cinta membunuh mimpi-mimpi, begitu sadis cinta memporak-porandakan cita-cita sepasang manusia, tapi ya itu lah cinta. Keindahannya begitu manis, kekuatannya begitu erat, tapi kekejamannya tak pandang bulu.
"Jika mencintai itu tak butuh alasan,
 maka tak ada alasan juga untuk meninggalkan."
Mungkin kita suka lupa kalau apa yang kita miliki suatu saat juga akan pergi. Mau kaya gimana pun cara mempertahaninnya, kalau emang udah nggak cinta ya end. Apalagi yang mempertahankan cuma sebelah pihak aja, sulit. Tapi sebaliknya, mau sebanyak apapun halangan-rintangannya tapi kalau emang  saling cinta ya bakal terus sama-sama ngelewatin segala rintangan yang ada.
Sering terjadi ketidak-adilan dalam hubungan, ketika kita mencintai tanpa alasan tetapi selalu ada aja alasan untuk meninggalkan, mungkin itu di buat-buat. Iya, setiap awal pasti ada akhirnya.

Sesulit apapun masalah dengan pasangan semua pasti bisa diselesaikan dengan baik-baik. Bukan berarti harus putus secara baik-baik. Cobalah ajak pacar kita ngobrol-ngobrol kecil ditempat yang cukup tenang untuk ngobrol. Tanya dengan nada santai, kalimat-kalimat yang nggak terlalu formal, biar bikin moodnya bagus dan bisa jelasin apa masalahnya. Kalau kita udah tau apa masalahnya ya mulai lah cari cara gimana menyelesaikannya. Jangan dengan datangnya masalah kita malah nyerah.
Kalau kasusnya sebaliknya, misal kita yang ada masalah sama pacar ya bilang aja sejujur-jurunya. Bilang kenapa dia berubah, bilang juga kalau kita maunya kaya gimana. Jangan kalau ada apa-apa diam aja, berharap pacar tau apa yang kita mau. hih!

Kelak kita akan menjalin hubungan lebih serius dengan pasangan yang kita pilih. Maka dari itu perbaikilah diri kita untuk seseorang. Bukankah menjadi lebih baik itu impian setiap orang? kalau emang benar begitu mulailah bebenah diri untuk diri sendiri. Bukan hanya berubah karna untuk mencintai atau karna ingin dicintai.
Gue percaya kalau emang kita dan pasangan kita saling mencintai, nggak akan ada kata bosen, nggak ada kata 'kita udah nggak cocok', nggak ada kata 'kita nggak jodoh'. Nggak percaya? lihat orang tua kita.
Mereka salah satu pasangan terbaik yang pernah gue tau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar