Kamis, 02 Februari 2012

Galau Maksimal

Entah apa yang sedang terjadi aku tidak mengerti, yang jelas rasa ini selalu tak menentu ketika kedua bola mata ini melihat kesempurnaan Tuhan. Kesempurnaan Tuhan yang telah menciptakan makhluk sepertimu, adakalanya kau manis seperti madu dan adakalanya kau busuk seperti racun yang bisa mematikan rasa ini.
Tuhan menciptakan makhluk yang memiliki kelebihan yang hanya bisa dilihat dengan kasat mata namun dibalik kelebihan itu ada kekurangan yang ditutupi oleh senyum manismu. Kau bisa membuatku tersenyum dikala aku merasa sedih, kau bisa membuatku bangkit dikala aku berada dalam keterpurukan, kau bisa membuatku semangat ketika aku sedang melemah. Tapi semua rasa itu hanya sesaat saja, selebihnya kau hanya bisa membuat fikiran ini menjadi tak menentu.

Kau selalu membuatku bertanya-tanya, hal bodoh apa yang telah aku lakukan pada dirimu? apa salahku pada mereka? kehinaan apa yang telah ku perbuat dengan orang banyak?. Hingga akhirnya aku mendapatkan kekecewaan yang begitu kejam dari dirimu. Sampai saat ini perasaanku tak menentu padamu, entah sampai kapan rasa ini akan bertahan. Semua hanya aku bisa pasrahkan pada Tuhan yang telah menciptakan aku, kau dan perasaan ini.

Aku tak pernah sedikitpun menyesal karna telah mengenal dirimu bahkan bencipun aku tak merasa. Sampai kapanpun aku slalu mencoba untuk mengerti. Teruskanlah hingga dirimu jera, sakiti aku dengan caramu. Tapi ingatlah bahwa karma itu berlaku untuk semua makhluk ciptaan Tuhan. Jadi bersiaplah untuk menerima apa yang telah kau lakukan pada diriku saat ini suatu saat nanti. Meski itu bukan aku yang memberikannya.


"Hargai dia yg menyakitimu, karena dia adalah malaikat yang sudah menghabiskan waktunya hanya untuk memberikanmu sedikit pelajaran arti kasih sayang yang sesungguhnya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar